Beranda Muara Enim 4 RT Di Kelurahan Tanjung Enim Terendam Banjir

4 RT Di Kelurahan Tanjung Enim Terendam Banjir

648
0

# Diduga Akibat Pembangunan Plaza Dan Pedestrian

MUARA ENIM– Pembangunan pekerjaan Revitalisasi Dirung dan pembangunan Plaza serta  Siring Pendestrian di jalan Motik Bedeng kaca Tanjung Enim yang di kerjakan  PT Alan Putri dan PT Parosai yang ditunjuk oleh PT Bukit Asam Tbk sepertinya belum membawa manfaat bagi Warga  Kelurahan Pasar Tanjung Enim.

Bahkan, akibat curah hujan yang tinggi pada Selasa malam (12/10/21) setidaknya ada 4 RT masing masing RT 01,02,04 dan 05  di wilayah RW 07 Kelurahan Pasar Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul tidak bisa tidur karena Terendam Banjir. Diduga banjir ini disebabkan lambanya penyelesaian Pembangunan tersebut.

” Kami tak tahu mau tidur dimana, karena perabot rumah tangga Kasur Bantal  hingga pakaian di lemari semuanya kemasukan Air dan basah Pak” ujar Mimin (42) warga RT 05/07 ini kepada awak Media .

Hal yang sama juga diungkapkan Ayah Moza penjual pakaian yang didepan tokonya terdapat pekerjaan pemasangan tiang pondasi pedestrian kota wisata dari PT Alan Putri. “Banyaknya penumpukan materian dalan menghalau air pada saat pembuatan pondasi dan ditinggalkan begitu saja sehingga disaat hujan deras seperti ini, Air hujan tak  terbendung” terangnya. 

Sementara, Yansah (45), warga setempat juga mengaku jika baru kali ini kawasan pemukimannya terendam air.”Nah baru kali ini Om .hujan deras air masuk rumah  Tak cukup sampe disitu bahkan Musholla Al Amilin pun ikut terendam. Benar benar  Tak Beres kerjaan kontraktor  kota wisata ini” ungkapnya geram.

Sementara ketua RT 01/07 kelurahan Pasar Tanjung Enim Nesti Gestonaini,  menyebut Inilah kekhawatiran warga dengan cara kerja dari PT Alan Putri dan PT Parosai yang ditunjuk oleh PT Bukit Asam Tbk tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh warga .

Saya sudah katakan dengan pak Guntur dari PT Parosai bahkan didepan Tim Kota wisata   bahwa banyaknya Kayu dolgen tiang cor ini  suatu saat akan menjadi masalah, namun mereka tetap ngeyel (benar sendiri).  ini yang saya khawatirkan akhirnya terjadi juga tutur nya.

Jika warga sudah mengalami kesusahan seperti ini Siapa yang peduli .apalagi bertanggung jawab PT Parosai kah atau PT Alan Putri kah atau mungkin PT BA melalui Tim Kota Wisata? Jika kenyataannya seperti ini  harapan bahagia warga ternyata hanya derita tendasnya

Sementara itu pihak Manajemen PTBA tbk saat di hubungi terkait dampak Banjir yang di duga akibat Pembangunan Pendestrian tersebut mengatakan , melalui Genderal Manajer GM UPTE PTBA Tbk , Bapak Venpri Sagara  menyarankan agar di Konfirmasikan melalui Manejer Humas PTBA saja karena saya lagi di lokasi tambang 

“Sebaiknya di Konfirmasi saja melalui manajer Humas PTBA saja karena saya lagi di lokasi tambang” ujar nya melalui Pesan Whatsap singkat .(And)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here